Dari Madrasah untuk Masa Depan, Guru dan Murid MTsN 4 Sinjai Ikuti Survei SAHABAT KBC 2026

SINJAI — Komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang humanis dan berlandaskan nilai-nilai cinta terus diperkuat oleh MTs Negeri 4 Sinjai. Guru dan murid madrasah tersebut turut berpartisipasi sebagai responden dalam Survei Nasional Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026 melalui Sistem Analisis Humanis Berbasis Transparansi (SAHABAT) KBC.
Keikutsertaan guru dan murid dalam survei ini menjadi bentuk partisipasi aktif warga madrasah dalam mendukung pemetaan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan pendidikan. Melalui sistem SAHABAT KBC, suara dan pengalaman warga madrasah dihimpun sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan nilai-nilai KBC dalam proses pendidikan.
Partisipasi ini juga menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta membutuhkan keterlibatan seluruh unsur madrasah. Guru berperan dalam menanamkan nilai-nilai cinta melalui pembelajaran dan keteladanan, sedangkan murid menjadi bagian penting dalam mewujudkan budaya madrasah yang penuh kepedulian, saling menghargai, dan berkarakter.
Kurikulum Berbasis Cinta mengusung lima nilai utama Panca Cinta, yaitu Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama, Cinta Lingkungan, serta Cinta Tanah Air. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, karakter, dan kepedulian sosial peserta didik.
Plt. Kepala MTs Negeri 4 Sinjai, Dharmawati Syamsuddin, mendukung keterlibatan guru dan murid dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Partisipasi warga madrasah diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap evaluasi dan pengembangan implementasi KBC agar semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan.
Melalui Survei Nasional Implementasi KBC 2026, MTs Negeri 4 Sinjai turut mengambil bagian dalam mendukung penguatan pendidikan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, transparansi, dan budaya cinta. Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah perbaikan dan pengembangan program KBC secara berkelanjutan.
Keterlibatan guru dan murid sebagai responden SAHABAT KBC menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui suara, pengalaman, dan kolaborasi seluruh warga madrasah.





